Analisis Dinamika kelompok pada Organisasi Jepang

00.51 / Diposkan oleh yuzuv17 /

Rahasia kesuksesan orang Jepang terletak pada kemampuan mereka
beradaptasi secara cepat. Bangsa Jepang tidak memiliki peradaban
yang hebat dan sejarah yang bisa dibanggakan seperti
Negara – negara lain. Negaranya indah tetapi tidak memiliki
hasil alam yang dapat dimanfaatkan. Orangnya kecil dan pendek.
Namun, dibalik semua kekurangannya itu, mereka berjiwa besar
dan memiliki impian yang melebihi kemampuan geografisnnya.

Faktor utama kesuksesan bangsa Jepang terletak pada budaya kerja, sistem etika, pengelolaan yang bagus, kreativitas, dan semangat juang yang tinggi tanpa mengenal arti kekalahan. Dalam sebuah organisasi Jepang, setiap anggota baik tingkat bawah, tengah, maupun atas memiliki peran yang sama.

Dinamika kelompok diartikan sebagai kekuatan-kekuatan yang terdapat di dalam atau dilingkungan kelompok yang akan menentukan perilaku anggota kelompok dan perilaku kelompok yang bersangkutan dalam bertindak melaksankan kegiatan demi tercapainya tujuan bersama yang merupakan tujuan kelompok. Menurut Mardikanto (1994), faktor-faktor yang termasuk dalam dinamika kelompok antara lain adalah :

  1. tujuan kelompok
  2. struktur kelompok
  3. fungsi dan tugas kelompok
  4. pembinaan dan pemeliharaan kelompok,
  5. kekompakan kelompok
  6. suasana kelompok
  7. tekanan kelompok
  8. keefektifan kelompok
  9. agenda terselubung kelompok.

Pendekatan sosiologis dan pendekatan psikososial dapat dilakukan untuk menganalisis dinamika kelompok yang terjadi di dalam sebuah organisasi.

Organisasi Jepang tidak menyukai individu yang banyak tingkah dan mementingkan diri sendiri, mereka beranggapan kesuksesan adalah hasil kerjasama kelompok. Hubungan antar individu tanpa melihat jabatan dan kedudukan membuat hubungan menjadi erat dan saling melengkapi satu sama lain. Tidak ada jurang pemisah antara pengelola dan bawahan, yang mana hal ini berbeda dengan organisasi di Barat yang memisahkan kedudukan dan status bahkan ruangan kantor, hal tersebut dapat menimbulkan masalah dalam komunikasi yang serius.

Dalam organisasi Jepang, pengelola berawal dari posisi bawahan dan naik secara perlahan. Oleh karena itu, terciptalah sebuah suasana yang akrab dan memahami bawahan. Mereka dapat bekerja sama dan menambah kesetiaan para bawahan kepada pengelola. Sistem yang membuat para pekerja merasa selalu dihargai dan menganggap diri mereka penting bagi organisasi. Disini sangat terlihat dinamika kelompok Organisasi Jepang dalam kekompakan kelompok, suasana kelompok, pembinaan dan pemeliharaan kelompok, dan keefektifan kelompok. Tujuan kelompok pun dapat mengerucut pada tujuan bersama yaitu tujuan Organisasi dengan menanggalkan tujuan masing-masing idividu. Namun demikian, struktur kelompok dalam Organisasi Jepang tidak dapat dikatakan bersifat struktural tetapi lebih bersifat kultural dan fungsional.

Tim kerja merupakan pondasi dasar dalam Organisasi usaha Jepang untuk membentuk interaksi antara anggota tim dan pengelola. Pemimpin merupakan individu yang dapat diterima oleh para anggotanya, hal ini bermaksud menjaga keharmonisan dan semangat di antara mereka sehingga hubungan emosi dan pribadi pun dapat dibangun untuk meningkatkan semangat dan motivasi anggota.

Dilihat dari keseluruhan, organisasi Jepang memiliki dinamika kelompok yang baik, yaitu penerapan sebuah sistem yang membuka kesempatan pengelola kepada pengelolaan organisasi, penguatan hubungan interpersonal para bawahan, dan peningkatan prestasi dan hasil. Y_UP2u_Y - TT Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat

Label:

1 komentar:

Anonim on 20 Januari 2009 15.58

hai...
aku sari.
kebetulan aku lagi cari-cari data niey soal dinamika kelompok.
kebetulan lagi..aku juga anak unsoed (fisip).
ehm...kamu punya buku apa tentang dinamika??boleh ku kopi?

thanX.

(btw, muph ya aku bukannya komen malah nanya2 data,,,hehehe)

Poskan Komentar